Contoh, aku kesel sama Y gara-gara dia munafik haha. Munafik itu udah sifat dia, walopun bisa diubah. Kalo kita bener-bener nerima perbedaan, kita ga bakalan terlalu mempermasalahin sifat munafiknya itu.
Dan masalahnya juga, orang lebih sering menganut ini "Karena nila setitik, rusak susu sebelanga". Hanya beberapa sifat jelek seseorang, orang bisa nge-bully orang tsb. Ada suatu cerita yang menginspirasi aku. Aku baca dari buku ibu aku tentang seorang biksu haha. Jadi gini, dia disuruh buat (kalo ga salah) 100 bata dan disusun jadi sebuah tembok yang bagus gara-gara kuilnya mau didatengin sama biksu yang udah senior banget. Dan pas lagi dalam proses, dia ngelakuin kesalahan, yaitu sebuah bata keluar "jalur". Kebayang lah ya gimana mencoloknya. Di hari kedatangan si biksu senior, si biksu junior itu nutup-nutupin si bata yang "gagal" dan terus-terusan minta maaf gara-gara si bata itu ngerusak pemandangan kuil yang indah. Dan tau apa yang dibilang sama biksu senior? "Kamu terlalu mikirin sebuah bata yang gagal dan melupakan 99 bata yang sempurna. Jangan teralihkan oleh sebuah kesalahan sehingga tidak acuh pada yang lain" kurang lebih gitu.
Nah, ya gitu lah maksud semua ocehan aku haha
No comments:
Post a Comment